Makin Canggih! Ini 5 Teknologi Terbaru Asian Games 2018


teknologi terbaru asian games 2018

Tahun ini, Asian Games memasuki edisi ke-18. Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga multicabang terbesar bangsa-bangsa di Asia yang digelar sejak 1951 di New Delhi, India, itu. Sebanyak 16 ribu atlet dan ofisial dari 45 negara akan datang ke Jakarta dan Palembang. Mereka akan saling berkompetisi dari 18 Agustus hingga 2 September 2018.

Pemerintah sudah menyiapkan berbagai infrastruktur dan fasilitas untuk mensuseskan ajang Asian Games 2018. Pada awal tahun ini, renovasi untuk 14 arena di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) sudah selesai dilakukan. setelah direnovasi selama 16 bulan, kini Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) bersiap menyambut gelaran Asian Games 2018. Stadion berkapasitas 78.000 kursi ini banyak berubah untuk menyambut tamu dari 45 negara peserta Asian Games. Selain itu apa saja ya? teknologi terbaru yang dipakai pada acara asian games 2018 ini, yuk disimak artikel ini.

Inilah 5 teknologi terbaru yang ada di Asian Games 2018

1. E-Ticket

Teknnologi Asian Games E Ticket

Panitia Penyelenggara Asian Games telah pempublikasikan tiket asian games yang akan dijual pada tanggal 30 juni 2018 kemarin. Masyarakat sudah bisa membeli tiket Asian Games 2018, Agar tidak terjadi pemalsuan sekaligus menghindari praktik calo, panitia pun mengeluarkan tiket dalam bentuk e-voucher dangan quick response (QR) code. Setelah memperoleh e-voucher, masyarakat bisa menukarkannya dengan tiket fisik. Ada seribu relawan yang akan bertugas melakukan pemindaian tiket. Siapkan kartu identitas Anda, email, serta nomor telepon untuk melakukan pembelian tiket.

ARTIKEL TERKAIT
Akun Media Sosial CEO Google, sundar pichai Dibobol Hacker

2. LED Lighting System

Teknnologi Asian Games Led Lighting System

Kalau dulu sistem pencahayaan di GBK membutuhkan waktu 15 menit sebelum terang, sekarang dengan teknologi LED standar FIFA, dan federasi atletik internasional (IAAF), lampu ini bisa difungsikan sebagai interactive dynamic lighting alias terang atau menyala dalam hitungan detik.. Sebanyak 610 lampu LED! Setiap lampu memiliki daya 1.500 watt, dengan tingkat kecerahan 3.500 lumen. Pencahayaan dengan sistem LED lighting ini dklaim hemat energi hingga 500 persen. Untuk mendanai pencahayaan, diperlukan Rp 770 miliar. dengan kontraktor dari PT Adhi Karya. Hasilnya tentu ciamik, sebab teknik pencahayaan stadion pun makin cemerlang, mencapai 3.500 lux. Ditambah rumput lapangan yang makin keren, sistem papan skor, sistem suara, dan kamera pengawas sesuai standar internasional.


3. Security System

Teknnologi Asian Games Security System

Sistem keamanan menjadi salah satu poin penting untuk kelancaran Asian Games. Sebanyak 250 kamera closed-circuit television (CCTV) dipasang di dalam stadion ataupun di luar stadion yang dipantau selama 24 jam.Teknologi CCTV Kualitas gambar hingga 7K dan sistem jaringan yang terhubung dengan sistem pengenal wajah di pusat pengendali.Sistem terhubung dengan database.Semisal ada teroris yang sudah ada di database Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 Antiteror, hal itu bisa langsung terdeteksi.

ARTIKEL TERKAIT
Gameband, Jam Tangan Pertama yang Dibuat Khusus Untuk Bermain Game

4. Hawkeye

Teknnologi Asian Games Hawk Eye

Untuk pertama kalinya pertandingan cabang olahraga bulu tangkis Asian Games menggunakan teknologi hawkeye untuk membantu kinerja wasit. Tujuannya untuk menjaga fairplay. Teknologi ini pada prinsipnya sebagai pengganti hakim garis saat terjadi protes dari pemain. Teknologi hawk eye ini menelan biaya Rp 85 juta per unit setiap harinya, Software keluaran Swiss Score ini akan terpasang sebanyak dua unit, dari pembiayaan Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC).


5. Teknologi 5G

Teknnologi Asian Games 5g

Salah satu operator seluler di Indonesia, Telkomsel, akan mengoptimalkan 30 MHz frekuensi TDD 2.3 GHz, setara 5G. Ada 175 titik dengan sinyal berkekuatan 5G di Stadion GBK Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat, serta Stadion Jakabaring Palembang. Selain di stadion-stadion, teknologi 5G ini dipasang di media center, broadcast center, penginapan atlet dan jurnalis, bandara, hingga pusat perbelanjaan. Untuk mendukung kelancaran komunikasi dan pengiriman data, Telkomsel memaksimalkan 30 MHz frekuensi TDD 2.3 GHz sebagai bagian dari strategi Multi-Band LTE. Melalui frekuensi ini, Telkomsel dapat menerapkan teknologi terkini TDD Massive MIMO setara dengan 5G.

ARTIKEL TERKAIT
3 Penerapan Teknologi Terbaru yang Akan Hadir Dalam Perhelatan Asian Games 2018

Asian Games 2018 sudah di depan mata. Berbagai teknologi canggih juga telah disediakan. Saatnya memberikan dukungan penuh bagi Indonesia!



Suka? Ayo Bagikan konten ini Ke teman agar makin Seru!

0 Komentar

Bagaimana perasaan kamu setelah membaca konten ini?

Ngakak Ngakak
0
Ngakak
Bingung Bingung
0
Bingung
Takjub Takjub
0
Takjub
Suka Suka
0
Suka
Marah
0
Marah
Sedih
0
Sedih
Ardi Ansyah

Mau Berbagi Apa Hari ini?
Artikel
Konten Original dari Kamu atau Berita Seputar Geek dan Pop-culture
Daftar / List
Daftar atau List Klasik yang Sering kamu temukan di dunia maya
Peringkat
List Peringkat yang Bisa di Upvote atau Downvote oleh Komunitas untuk menentukan Urutan Terbaik