Belum Selesai di Windows dan Linux, Giliran MacOSX yang Terancam RansomWare!

Virus Ransomware Wannacry window

Bulan lalu menjadi momen yang tak terlupakan bagi pengguna Komputer, terutama pengguna yang memakai Windows sebagai sistem operasi utama mereka. Karena pada saat itu Virus Ransomware tidak tanpa pemberitahuan sama sekali. Setidaknya ada puluhan ribu orang yang jadi korban virus ini dan mengeluarkan uang banyak hanya untuk mendapatkan kembali data yang mereka punya.

Selang beberapa hari giliran Pengguna Linux yang mendapati ada Ransomware di komputer mereka, nama ransomware tersebut adalah Erebus. Keamanan Linux kembali dipertanyakan saat virus ini hinggap di sistem itu, tinggal MaxOSX dari Apple yang belum ada kabar mengenai Ransomware. Akan tetapi apakah sistem tersebut aman?

Faktanya MacOSX baru saja masuk dalam radar Virus Ransomware

Virus Ransomware MacOSX

Hal ini diketahui mulai dari pertengahan 2016 kemarin, lebih cepat dari heboh nya Kasus Ransomware WannaCry di Windows dan Erebus di Linux. Kini, Ancaman Ransomware di MacOSX meningkat drastis.

Dari yang Dafunda Tekno dapatkan di UberGizmo, McAfee mengatakan bahwa hingga pertengahan Juni 2017 terdapat 250 ribu jenis virus ransomware baru yang siap mengancam sistem di Mac itu. Dengan total 700 ribu jenis virus siap mengancam komputer anda.

McAfee meminta pengguna MacOSX tidak perlu khawatir akan virus Ransomware ini, cukup Berhati-hati saja

Virus Ransomware Wannacry window

Berita baiknya, virus ini tidak langsung menyerang Mac anda tanpa trigger apapun seperti WannaCry. karena virus jenis ini rata-rata menyebar melalui lampiran email. Untuk itu, kekhawatiran kamu harus di ubah menjadi kewaspadaan. Pastikan kamu hanya membuka email dari orang yang kamu tahu atau setidaknya tidak sembarangan membuka lampiran email.

Semoga informasi ini mampu memberikan sedikit keterangan pasal keamanan MacOSX, walaupun di kampanye kan tidak memiliki virus bukan berarti tidak ada sama sekali. Kamu juga tetap harus berhati-hati menggunakan teknologi, apapun itu.

Banner: ShutterStock

Ayo mulai berdiksusi