Fitur Terbaru Dari Google Maps Ini Bantu Tepis Teori Bumi Datar

Teori Bumi Itu Bulat Min

Tidak sedikit orang masih mendukung tentang teori Bumi datar, dan kali ini patut kecewa. Karena Google telah menepis argumen bumi itu datar melalui fitur baru yang disebut dengan 3D Globe untuk Google Maps.

Fitur ini pula bisa mengubah peta Bumi di Google Maps yang semulanya tampak datar sehingga menjadi bentuk bulat atau globe. Cara untuk mengubah Bumi bulat itu cukup mudah, pengguna hanya perlu zoom out di Google Maps versi dekstop.

Maka secara otomatis, peta yang tadinya bulat menjadi berbentu bola layaknya Bumi yang kita ketahui. Jadi disaat kamu zoom out di peta Google Maps, Bumi akan menampilkan tampilan bola dunia, tidak lagi proyeksi Mercator atau datar.

Sebagai informasi Globe Mode itu dirilis pada Agustus lalu. Kemudian fitur ini berguna untuk mengatasi masalah ukuran pemetaan yang sangat kerap tak akurat untuk wilayah jauh dari garis khatulistiwa (dekat kutub).

Salah satu dari pemetaan yang masih bermasalah adalah bisa dilihat dari pemetaan luas Greenland yang tampak seluas Afrika. Nyatanya, Greenland memiliki luas yang cukup jauh lebih kecil.

Dengan fitur 3D Globe Mode di Google Maps Desktop ini, proyeksi Greenland kini tidak seukuran dengan Afrika, Kata Google Maps melalui akun Twitternya.

With 3D Globe Mode on Google Maps desktop, Greenland’s projection is no longer the size of Africa.

Just zoom all the way out at https://t.co/mIZTya01K3 ???????? pic.twitter.com/CIkkS7It8d

Walaupun demikian, ternyata tidak semua pengguna Google Maps senang dengan pembaruan ini. Pihak pendukung teori Bumi datar mengatakan pihak Google Maps telah melakukan pemetaan yang cacat.

Nah apakah kamu sependapat dengan teori Bumi itu datar? berikan pendapat kamu melalui kolom komentar di bawah ini ya!

Ayo mulai berdiksusi