Pinjam Uang Lewat Fintech, Perempuan Ini Merasa Dibuat Seperti Penjahat Hingga Dipecat dari Pekerajaan!

Pinjam Uang Lewat Fintech, Perempuan Ini Merasa Dibuat Seperti Penjahat Hingga Dipecat Dari Pekerajaan! Dafunda Tekno

Dafunda Tekno – Apakah kalian tahu Fintech? Ialah perusahaan financial technology berbasis aplikasi android yang sangat terkenal bahkan banyak digunakan oleh orang – orang yang membutuhkan biaya pinjaman. Berbicara mengenai aplikasi tersebut, baru – baru ini ada kejadian yang sangat mengerikan.

Bagaimana tidak, kejadian tersebut terjadi kepada seorang wanita yang bernama Rina Wahyuni, warga Babakan Sari, Kota Bandung, dipecat dari tempatnya bekerja karena ia hanya telat membayar uang setelah meminjam uang tidak lebih dari 2 juta di Fintech. Ia meminjam uang melalui aplikasi fintech pada Januari 2018, Tangbull dan Uang Cepat.

Awalnya, pembayaran sempat sangat lancar,  sampai saat peminjam untuk sekian lamanya, ia terlambat. Bahkan, kata dia, penagih membuat grup whats app dengan peserta semua teman, keluarga, teman kantor, hingga atasan. Bahkan, di grub itu, ia mengaku diperlakukan bak penjahat ia punya utang tapi tidak bisa bayar. Ia mengakses pinjaman pada aplikasi Uang Cepat dan Tangbull.

Pinjam Uang Lewat Fintech, Perempuan Ini Merasa Dibuat Seperti Penjahat Hingga Dipecat Dari Pekerajaan!


“Posisi saya sudah dikeluarkan dari pekerjaan. Harusnya tanggal 31 Juli hari terakhir saya bekerja tapi karena pengganti saya belum ada saya masih dipertahankan. Semuanya gara-gara sistem penagihan utang yang membuat saya seperti penjahat,” ujar Rina”

“Saat saya telat bayar, mereka menagih utang saya pada semua teman-teman saya via SMS. Mereka mengirimi pesan penagihan karena mereka mengakses data nomor kontak telepon saya,” ujar dia.


Tetapi, malahan Kedua aplikasi fintech itu tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).‎ Ia sendiri bahkan menyangkal tidak bisa membayar utang senilai Rp 1,6 juta itu. Ia juga tidak menyangka pemberian izin untuk akses pada nomor kontak telepon saat menginstal aplikasi itu untuk digunakan tidak sebagaimana mestinya.


“Dan semua pesan-pesan itu dilihat dan dibaca semua teman-teman saya, termasuk atasan saya. Seringkali pesan penagihan yang disampaikan pada teman-teman saya itu dengan bahasa kasar.‎ Sampai akhirnya atasan saya tersinggung dan mengeluarkan saya dari pekerjaan,” kata Rina. 

Ayo mulai berdiksusi